Beranda

Minggu, 22 November 2015

Sejarah Musik Indie

hello sobat IMC, malam ini kita mau berbagi wawasan nih. Tentang sejarah musik Indie.. yoooi,, belajar sejarah lagi kita..hahahaa

Musik indie itu dikenal pertama kali di era 50an guys. Waktu itu dikenalnya musisi "underground" . Kenapa? Dulu, selepas perang dingin nih. Musik kena imbas juga bro. Kebebasan berekspresi jadi tertekan. Musik milik kalangan elit aja. Akhirnya, di Paris mulai tuh terkenal musisi yang berkonser di subway, fenomena underground namanya. Ada juga musik-musik alternatif nih guys di Amerika. Selain itu ada juga musik skinhead fi Inggris. Semua itu kalangan yg keluar dari jalur elite yang mainstream pada zaman itu guys.

Masuk deh zaman Flower Generation semasa perang dingin. Perang 2 ideologi besar di dunia ini juga mempengaruhi musik guys. Mulai lah musik yang bertemakan sosial beredaran di jalur underground. Sex Pistol band, itu band underground yang sangat kental dengan aroma flower generation guys. Menggunakan sepatu boots, bentuk pemberontakkan mereka terhadap kekerasan militer dan perang. Rambut mohawk mereka itu bentuk toleransi terhadap kaum Indian yang tersisihkan karena kedatangan bangsa Eropa. Yang paling menghentak dunia itu, cover album mereka yang memampang poto Ratu Elizabeth menggunakan tindik peniti di hidungnya. Waow!!!!

Bukan hanya itu, Woodstock (pagelaran musik) di Amerika pada tahun 1969 mengambil tema “Make Peace Not War”. Tema ini adalah bentuk protes terhadap perang Vietnam. Atau lirik fenomenal dari Bob Marley yang berseru ‘Emancipate your self, from mental slavery’. Inilah deretan bentuk perlawanan flower generation. Bukan hanya sekedar menyuguhkan musik alternatif, tapi juga sarat akan muatan sosial. Selain itu masihbanyak band lain yang kelak menjadi influence band-band di masa setelahnya. Sebut saja Rolling Stones, The Clash, The Ramones, Deep Purple, Led Zeppelin, Black Sabath, dll. This is UNDERGROUND maaan!!!

Di Indonesia sendiri memang dari dulu ibarat kata itu, latah dengan perkembangan musik dunia. Gak heran kala itu presiden Soekarno sampai memenjarakan Koes Plus karena di anggap memainkan musik yang dianggap sarat akan budaya kapitalisme internasional. Walau sebenarnya Koes Plus saat itu hanya memainkan musik yang berisi materi-materi kebebasan.

Pada tahun 70an perkembangan musik di belahan utara bumi melaju cepat, memacu juga perkembangan musik di tanah air. Guruh Gipsy, Gang Pegangsaan,God Bless, Giant Step, Super Kid, The Rollies, dll adalah sederet nama yang bisadisebut sebagai peletak pondasi musik Indonesia pada masa kontemporer. Secara musikalitas mereka adalah maestro-maestro dunia musik Indonesia. Mereka juga mempopulerkan semangat kemerdekaan (independent / indie) dalam berkarya. Walau pada jaman itu belum adamanajemen musik yang cukup bagus, tapidengan pengalaman seadanya mereka mulai bekerja sama membangun jaringan.Hal itu dilakukan guna meluaskan musik mereka. Tercatat pula Majalah Aktuil, banyak membantu perkembangan musik pada masa 70an. Melalui tulisan dan peran aktif individu-individu di dalamnya, Aktuil mempromosikan band-band pada jaman itu. Media dan musik adalah 2 hal yang tak akan pernah terpisahkan. Apalagi di jalur indie seperti ini.

Pada periode 1990an, perkembangan musik underground semakin pesat. Booming Sepultura dan Metalica menginfluence anak-anak muda Indonesia. Berhadapan dengan industri mainstream yang didominasi oleh rock melayu dan artis wanita, maka jalur underground-lah yang dipilih. Dengan berbasiskan komunitas serta mengandalkan fanzine (buletin-buletin), budaya underground semakin meluas. Dimulailah pembangunan scene-scene musik alternative di masa itu.Kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, dan Jogjakarta menjaditempat berkembangnya komunitas-komunitas underground. Pada masa itu musik metal menjadi sebuah suguhan altenatif. Selain itu banyak band mulai berani berekspresi dengan menempatkan isu-isu sosial dalam lirik-liriknya.PAS band memulai tradisi merilis album secara indie. Album mereka “Four Through The SAP” terjual lebih dari 5000 copy. Selanjutnya banyak band metal dan rock lain memakai metode indie. Tercatat nama-nama seperti Puppen, Koil, Burger Kill, Rotten To The Cure, dll di masa-masa awal perkembangan musik Indie kontemporer Indonesia.

Ada sekian banyak album, termasuk album-album kompilasi yang dirilis bersama oleh band-band pada jaman itu. Mereka terbantukan dengan pembangunan komunitas-komunitas musik. Begitu juga dengan fanzine (buletin) yang berfungsi untuk mempromosikan hasil karya mereka. Panggung-panggung kecil juga kerap digelar di kafe-kafe. Hal ini selaras denganpembangunan industri kreatif kaum mudalainnya, seperti clothing dan distro.

Istilah indie sendiri mulai tenar itu pertengahan 90an guys. Dulu, untuk musik yang keluar jalur yang mainstream dikenal dengan sebutan underground. Namun, seiring perkembangan zaman, istilah Underground lebih identik dengan musik-musik metal. Jadi sebutan indie lebih dikenal dan lazim digunakan.

Pure Saturday menjadi pionir band-band dengan aliran selain metal yang membuatalbum rekaman sendiri. Grup band ini tercatat mencetak album pertamanya pada tahun 1995 dengan tajuk “Not A Pup E.P”. Keberhasilan mencetak album ini lantas diikuti oleh sederet nama lain seperti Waiting Room, Pestol Aer, Toilet Sound, dll.Selanjutnya booming Indie semakin menjadi, ketika Mocca (band Swing Pop asal Bandung) sukses menembus angka di atas 100.000 copy dalam penjualan kaset mereka. Keberhasilan Mocca, turut membawa dampak bagi perkembangan musik indie guys. Selanjutnya deretan nama seperti Puppen, Shaggy Dog, Superman IsDead, Rocket Rockers, Superglad, dll mencuri perhatian para penikmat musik.

Bahkan sebagian dari nama-nama di atas di tawari bekerja sama dengan label major. Hal itu memancing perdebatan di kalangan musisi indie. Sebagian menganggap mereka melenceng dari ideologi independen, sebagian menganggap mereka pantas untuk memperkenalkan karya mereka lebih ke masal.

Saat label major gembar gembor meneriakkan anti bajakan, musisi indie justru membagikan kaset mereka secara gratis, sebut saja KoiL yang membagikan albumnya di majalah Roling Stone Indonesia kala itu, sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan label major.

Perkembangan musik Indie pun semakin pesat. Banyak yang kita sayangkan, di negeri kita ini justru musik indie malah dijadikan perlombaan. Festival musik indie tidak seharusnya di adakan. Karena menurut kami musik indie itu untuk dinikmati tanpa adanya batasan-batasan penilaian.

Harapan kami di Indiepreneur Music Community, semua bisa berjalan bersama-sama dan mencatatkan nama kami di buku sejarah musisi indie. Dan bisa menjadi budaya tandingan untuk acara musik dan budaya yang mainstream di Indonesia. Menurut kami, i inilah saat yang tepat untuk musisi Indie mendapatkan nama di blantika musik Indonesia. Karena bisa dibilang, musik Indonesia semenjak kedatangan boyband yang kurang berkualitas, nilai seni dan kualitas pendengarpun menjadi labil. Dimana kiblat musik Indonesia sekarang? Siapa tau kamulah yang akan menjadi legenda!!!!

Jumat, 20 November 2015

Cara DAFTAR ke Indiepreneur Music Community

Hai sobat IMC, kali ini kita mau bagikan form registrasinya nih. Beberapa sobat IMC ada yg kesulitan mengisi formnya. Oh iya, yang kemarin seminar sudah isi form kita harap form registrasi disini juga harus diisi ya. GRATIS!!! Cuma perlu buka internet doang sih.hahaha

Ka, apa sih keuntungannya ikut IMC?
Indiepreneur Music Community itu komunitas musik indie pertama di Tangerang Kota ini loh. Dengan program-program yang sangat menguntungkan anggotanya ke depan nanti. Garis besarnya harus baca di Indiepreneur Music Community guys. Kita akan persiapkan 2016 yang luar biasa buat kalian guys. Jadi tunggu apalagi? ayo daftarkan diri dan band kamu di sini. Cukup klik DAFTAR ini maka kamu bakal langsung ke form tinggal isi deh, kelar.

Buat kamu yang punya mimpi jadi musisi indie, band yang manggung ke mana-mana, rekaman, jadi song writer, jadi management artis dan bahkan jadi promotor musik, segera GABUNG. Bersama kita menuju SUKSES!!!!


Rabu, 18 November 2015

Gak bisa main musik? Jangan khawatir vroohh

Hai guys, berkarir di dunia musik ternyata tak semudah yang kita fikirkan. Namun ternyata juga tak sesulit yang kita takutkan juga. Banyak dari kita bermimpi besar bisa jadi artis terkenal di dunia musik, tapi gak sedikit juga yang enggan melakukan perjuangan dan pengorbanan yang besar untuk mewujudkannya. Tapi, saya yakin sobat yang disini salah satu dari segelintir orang yang ingin berjuang di dunia musik kan??

Sedikit sharing nih guys. Ada banyak cara kita bisa berkiprah di dunia musik loh. Apalagi jaman sekarang. Dunia musik itu gak bisa dipisahkan sama yang namanya dunia digital, ya, internet. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk dapat menembus ekspetasi label major, membuat banyak musisi lebih memilih jalur indie. Entah dengan jalur berpartisipasi dengan label indie, mendaftar ke management musik digital supaya lagunya bisa terdaftar di RBT beberapa operator seluler di Indonesia, rajin manggung sana sini sambil promosi, rajin upload vidio clip bandnya, bahkan ada beberapa "artis" yang rela membuat sensasi biar karyanya didengar banyak orang.

2012. Salah satu anggota IMC (Brata) bekerja sama dengan label Indie (Shine Record)


Di IMC ini, kami gak akan mengajak sobat untuk membuat sensasi "wow" supaya bisa terkenal. Cukup berkarya saja terus, berkarya dan teruslah berkarya. Terutama buat sobat muda nih yang masih imut-imut. Berkarya itu bukan bagaimana bisa bikin sobat terkenal, tapi bagaimana karya sobat bisa dinikmati kuping-kuping yang mendengar. Kita akan sama-sama belajar dan pastinya saling membantu agar musik kita dapat diterima di kuping masyarakat Indonesia.

Tunggu, jangan di skip dulu sobat. Untuk sobat yang tidak atau belum bisa main musik dan berkarya, gak usah mundur sobat. Jalur musik itu gak ada matinya. Musik itu ibarat kata bahan pokok kehidupan manusia loh. Jadi, gak perlu ragu buat ikutan IMC.

Kita bisa lihat mereka yang berkarir didunia musik, tapi bukan anak band ataupun penyanyi. Checkidot


1. Adrie Subono




Adrie Nurmianti Subono, atau yang lebih banyak dikenal publik sebagai Adrie Subono, adalah salah satu promotor artis dan gelaran akbar yang sangat akrab dengan dunia hiburan, bahkan sebagian besar masyarakat, Indonesia. Putra dari Subono Mantofani dan Titi Srisulaksmi Subono ini memang sangat menyukai musik sejak kecil. Juga sudah menjadi cita-cita Subono menyajikan tontonan dan hiburan dengan konsep ‘live entertainment’ untuk dapat dinikmati berbagai kalangan publik di tanah airnya. Dan mimpi tersebut tercapai sudah.
Perusahaan rintisannya, Java Musikindo, berhasil membangun pamor sebagai penyelenggara berbagai gelaran musik bergengsi yang menampilkan tak terhitung musisi atau kelompok musik kenamaan baik dari dalam maupun luar negeri.

Pria yang lahir di Jakarta dan pernah tinggal di Jerman Barat ini mengaku ketertarikannya pada dunia musik, khususnya bisnis musik, berawal saat melihat berbagai konser yang digelar saat ia menetap luar negeri. Mulai menapak bisnis promotor musik pada 1994, karir Subono terus meroket. Berbekal dukungan segenap keluarga, promotor kelahiran 1954 ini bahkan rela meninggalkan bisnis perkapalan yang telah ditekuni selama 25 tahun, demi kecintaan dan minatnya pada musik dan bisnis hiburan di dalamnya.

Sejak banting setir hingga saat ini, suami Chrisje Franz Subono ini bisa disebut berhasil membangun kerajaan bisnis musiknya sendiri. Sejumlah musisi tingkat dunia seperti Avenged Sevenfold, Simple Plan, New Found Glory, Lost Prophets hingga The Used berhasil diboyong Subono untuk menyapa masyarakat Indonesia di berbagai wilayah secara langsung dari panggung yang dibangun Java Musikindo dari tahun ke tahun. Tentunya, 15 tahun membangun kerajaan bisnis musik bukan tanpa keringat pahit dan cerita getir. Subono dan kerajaannya sempat beberapa kali tersandung berbagai masalah mulai administrasi hingga teknis dalam upayanya menyajikan konser tingkat dunia yang spektakuler dan menawan ke hadapan publik.

Dari sudut keluarga, promotor musik sekaligus keponakan mantan Presiden RI, B. J. Habibie, juga dikenal sebagai sosok supel dan gigih. 30 tahun membina perbedaan dengan istri berlainan agama, seorang putra dan dua orang putri, memang bukan prestasi domestik yang bisa diraih sembarang keluarga. Menata dan menghargai perbedaan, dan bukan menghilangkannya, bisa jadi merupakan prinsip yang dijalani Adrie Subono ketika mengarungi biduk kehidupan bersama segenap anggota keluarganya, dan mungkin juga, beserta seluruh anggota pegawai di kerajaan musiknya.

2. Adhie MS


Addie Muljadi Sumaatmadja, atau lebih dikenal dengan Addie MS, adalah seorang konduktor orkestra di Indonesia. Addie adalah salah satu pendiri Twilite Orchestra. Pria yang menjadi suami dari penyanyi “Memes” ini lahir di Jakarta, 7 Oktober 1959. Selain seorang konduktor, Addie juga dikenal sebagai pianis, pencipta lagu, komposer, arranger, dan sekaligus produser musik. Bagi Addie Muljadi Sumaatmadja piano bukan sekadar penghasil bunyi, yang bisa diatur keindahannya dengan emosi. Lebih dari itu. Alat musik itu adalah wadah luapan pemberontakan batin yang mampat tak tersalurkan.


3. Bemby Noor



Bemby Noor adalah seorang komposer yang karyanya banyak dinyanyikan oleh artis-artis terkenal. Berawal dari teman SMP nya yang memperdengarkan lagunya ciptaan dia sendiri saat mereka masih sekolah di bangku SMP, Bemby Noor akhirnya mencoba-coba menulis lagu. Hingga sampai saat ini, karyanya cukup banyak diminati oleh artis-artis terkenal. Berikut listnya




# Afgan :

Jodoh Pasti Bertemu (NEW)

Dia,dia,dia (hit single)

Wajahmu Mengalihkan Duniaku (hit single)

Masih Untukmu

Tak peduli ( with brickstar)

Rumahmu Jauh ( with Brickstar )


# Vidi Aldiano :

Datang & Kembali (hit single)

Lupakan Mantanmu (hit single)

Aku'kan Setia


# Cherrybelle :

Love is You (hit single)

Diam-Diam Suka ( New hit Single)


# Calvin Jeremy :

Dua Cinta Satu Hati (hit single)


# Dewi Sandra :

Buktikan ( with Emil & Sultan )

Kata Cinta ( manissedap )

Sesal ( with Sultan )


# Chandra feat Sheila Madjid :

Ingatlah Diriku


# Maudy Ayunda :

Aku atau Temanmu


# Aditya :

Go Away


# Sammy Simorangkir : 

Rela Kehilangan ( BM)

# Mario Ricardo : 
Karena Tak Mungkin (BM)




Duo Arka ( Pilihan Yang Salah), AM-PM ( Bangun Cinta), Rebecca (single : Tanpamu and other songs), Ussy sulistiawati (Putus Saja, Sheza Idris ( single : Pacarmu ), Memes, Hedy Yunus (Tak Mampu Mendua), Soulmate (single : Cinta buta), Vienna ( single : Kekasih Luar Biasa ), Frans ( Cantik, Cantik, Cantik ), Latasha ( Teman Baruku ), Fariz RM ( Fenomena ), IyraNiya (Kekasih Baru), The Adly (Pengganti Kau & Aku), Super 9 Boyz (Suka Sama Suka), Dragon Boyz ( Ratu Tega), Pasto, Jozz, Drimi, dan masih banyak lagi......






Itu dia beberapa job yang bisa sobat tekuni nanti. Semoga tokoh-tokoh di atas bisa menginspirsi kalian yaa... So, tunggu apa lagi? Segera gabung yuk di IMC. Cara klik registrasi atau bisa klik disini.
Jaya terus musik INDONESIA!!!!

Selasa, 17 November 2015

Musisi Indie Yang Tidak Boleh Dipandang Sebelah Mata

Kata siapa musisi Indie itu gak bisa berkembang?
Kata siapa musisi Indonesia itu gak mendapatkan tempat dihati penikmat musik di dunia?Kata siapa cuma label major yang bisa menelurkan musisi-musisi berkualitas?Yuk kita tengok 15 band Indie di Indonesia yang udah IMC rekap dibawah ini :


1. Naïf

naif band
Naif adalah band indie papan atas yang terbentuk pada tanggal 22 oktober 1995 di Jakarta, mempunyai formasi “David” Bayu Danang Jaya (Vocal), Mohammad “Emil” Amil Hussein (Bass, Keyboard, Vocal), Fajar “jarwo” Endra Trauna/ Mr.J (Gitar, Vocal), Franki “Pepeng” Indrasmoro Sumbodo (Drum, Percussion, Vocal).
Bila band lain berlomba-lomba ingin bekerjasama dengan major label, justru band yang satu ini lebih memilih indie label untuk terus berkiprah dalam industri musik Indonesia. Alasan Naif pindah ke jalur indie dikarenakan band pengusung lagu retro ini ingin mengembangkan potensi mereka untuk terus berkreasi dan menghasilkan lagu-lagu yang berkualitas.
 Burgerkill_Jakarta


2. Burgerkill


Burgerkill band
Burgerkill adalah band metalcore asal kota kembang bandung yang terbentuk pada bulan Mei 1995. Nama band ini diambil dari nama sebuah restoran siap saji di Amerika Burger King yang kemudian diparodikan menjadi Burgerkill. Band ini sangat eksis di Indonesia terutama di kota kelahirannya Bandung.
Burgerkill kerap kali menjadi band yang paling ditunggu penampilanya pada acara-acara musik Indonesia terutama Rock. Band yang kerap kali membuat penontonnya melakukan “wall of death” ini pernah diundang pada salah satu acara musik bergengsi di Australia yaitu Soundwave pada tahun 2009 dan pernah juga menjadi pembuka band metal kelas wahid dunia Mastodon di acara Big Day Out tahun 2010.


3. The Sigit


The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent) adalah band Rock‘n Roll Indonesia berasala dari kota kembang Bandung. The Sigit digambarkan sebagai sebuah Rock Garage band dan sering dibandingkan dengan Wolfmother dan The Datsuns, bahkan kerap dijuluki sebagai ‘Indonesian Answer to Wolfmother‘ oleh beberapa media Australia. Rumornya, asal nama band mereka dikabarkan berasal dari ayah Rekti yaitu Sigit.
The Sigit berhasil menarik banyak perhatian pencinta musik indie dalam dan luar negeri sejak kemunculanya pada tahun 2005. Setelah peluncuran album mereka yang berjudul “Black Amplifier” The Sigit semakin terkenal bahkan mendapatkan kesempatan untuk menggelar konser di Australia dan Amerika. Aksi panggung yang menarik dan harmonisasi lagu yang pas membuat band ini selalu di tunggu oleh para pencinta musik indie tanah air.

4. Superman Is Dead


sid band
SID (SUPERMAN IS DEAD) adalah band punk rock asal kota Bali yang didirikan pada rahun 1995. Arti kata SID ini pun dapat diartikan sebagai manusia yang tidak sempurna. Untuk sebagian orang mungkin band ini sangat idealis pada aliran musik mereka di tengah ketatnya aliran musik lain yang sedang eksis di tanah air, tetapi itulah yang membuat band ini tetap eksis dan selalu di tunggu penampilanya di atas panggung oleh para fans. SID juga sudah banyak mencicipi tour besar ke berbagai Negara seperti Vans Warped Tour id USA yang berlangsung pada bulan Juni sampai Juli pada tahun 2009.


5. Rocket Rockers


Rocket Rockers band
Rocket Rockers adalah salah satu Indie band asal kota kembang Bandung yang berdiri pada tanggal 1998, tetapi pada saat itu Rocket Rockers masih memakai Immorality President sebagai nama bandnya. Rocket Rockers mempunyai formasi awal Firman (guitar/voc), Aska (guitar/voc), Bisma (bass), Doni (drum). Walau awalnya band ini sempat bekerja sama untuk mayor label tetapi selang beberapa tahun kemudian ROCKET ROCKERS akhirnya membuat label mereka sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.
Pada tahun 2006 menjadi moment besar untuk Rocket Rockers karena band ini berhasil menjadikan satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film tersbut disutradari oleh Susan Dynner yang menelusuri tentang perkembangan dan eksistensi Punk Rock selama 30 tahun terakhir.


6. Gugun And The Blues Shelter


GUGUN AND THE BLUES SHELTER band
Gugun blues shelter (GBS) adalah band blues asal kota Jakarta yang terbentuk pada tahun 2004. Band ini beranggotakan Muhammad Gunawan “Gugun” (gitar), John Armstrong “Jono” (bass) dan Aditya Wibowo “Bowie” (drum). Terbentuknya band ini terinspirasi oleh Jimi Hendrix, Betty Davis, Stevie Ray, Led Zeppelin dan Vaughan.
Gugun blues shelter berhasil menjadi pemenang pada kompetisi Hard Rock Global Battle of The Bands yang pertama , Gugun Blues Shelter dari Hard Rock Cafe Jakarta berkesempatan tampil sebagai band pembuka musisi-musisi legendaris seperti Bon Jovi, Rod Stewart, The Killers , Stevie Nick dalam acara Hard Rock Calling 2011 di London’s Hyde Park, dan itu merupakan salah satu festival musik dunia yang paling dinantikan.

7. Mocca


MOCCA band
Mocca adalah salah satu grup band yang paling ditunggu penampilanya oleh banyak pencinta musik indie tanah air. Band asal kota Bandung yang terbentuk pada tahun 1999 ini mempunyai formasi Riko Prayitno (Gitar), Arina Ephipania (Vokal dan Flute), Achmad Pratama (Bass), dan Indra Massad (Drum) ini mengusung aliran indie pop folk jazz swing bossa nova.
Lagu Secret Admirer dan Me and My Boyfriend pada album My Diary mampu melambungkan nama Mocca , bahkan salah satu perusahaan rekaman asal Jepang, Excellent Records memasukkan nama mereka ke dalam album kompilasi Pop Renaisance. Pada tahun 2004 akhirnya Mocca dapat menggelar penampilannya di Okinawa, Jepang.

8. Pure Saturday


Pure Saturday bandPure Saturday adalah band indie asal kota kembang Bandung yang terbentuk sejak tahun 1994 , band ini beranggotakan Muhammad Suar Nasution (vokal, gitar),Arief Hamdani (gitar), Ade Purnama (bass), Aditya Ardinugraha (gitar), dan Yudistira Ardinugraha (drum). Pembuatan musik yang simple dan khas membuat Pure Saturday mudah dikenal oleh pencinta musik Indie Indonesia.
Pure Saturday sempat menghilang dari dunia Indie dikarenakan kesibukan masing – masing personil untuk mengurus keluarga dan bisnisnya, dan eksis kembali pada tahun 2005. Walaupun sempat vakum beberapa tahun tetapi aksi penampilan Pure Saturday masih menjadi sorotan oleh para pencinta musik Indie. Hal ini dibuktikan dengan tiket konser mereka di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada hari Selasa, 15 Mei lalu yang sold out tanpa di promosikan.

9. The Upstairs


The Upstairs band
The Upstairs adalah salah satu band indie asal Jakarta yang mengusung alira new wave seperti Depeche Mode, Devo, A Flock of Seagulls, samapi Joy Division dan terbentuk pada tahun 2001. Dengan ciri musikal mereka yang danceable,dan aksi panggung yang menarik, serta kharisma sang frontman Jimi Multhazam yang dapat membuat penonton terpana dengan aksi panggung nya, membuat band ini selalu di tunggu penampilanya oleh para fans terutama pencinta musik indie.

10. Killing me inside


Killing me inside band
Killing me inside atau yang lebih sering dikenal sebagai Killms ini dibentuk pada tahun 2006 di Jakarta. Band ini mengusung genre Modern Rock / Emo dengan formasi Onadio Leonardo (vokalis), Josaphat Klemens (gitaris), dan Rudye Nugraha Putra (keyboardist) , dibantu oleh Angga Tetsuya Wibisana sebagai additional bassist dan Putra Pra Ramadhan sebagai additional drum.
Band ini kerap kali tampil dalam berbagai acara – acara pensi sampai televisi, dan Killing me inside juga banyak menjadi idola anak – anak muda masa kini. Walaupun sempat beberapa personil hengkang dari Killing me inside tetapi hal ini tidak mengurangi kreatifitas mereka untuk terus berkarya.


11. Efek Rumah Kaca


Efek Rumah Kaca
Efek Rumah Kaca atau sering mendapat sebutan ERK adalah salah satu band Indie asal Jakarta yang terbentuk pada tahun 2001, dengan formasi Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar).
Prestasi Efek Rumah Kaca sangat luar biasa, mereka berhasil menjadi Nominator AMI Award 2008, Rookie of The Year 2008 oleh Majalah Rolling Stone, dan peraih penghargaan MTV Music Award 2008 dengan kategori The Best Cutting Edge.


12. Deadsquad


DeadSquad band
Deadsquad terbentuk pada tahun 2006, dengan formasi Daniel (Vocal), Stevi Item Ex Step Forward (Gitar), Coki Netral (Gitar), Boni Ex Tengkorak (Bass), dan Andyan Ex Siksa Kubur (Drum). Pada awalnya Deadsquad merupakan sebuah band projek yang hanya memainkan lagu – lagu beraliran oldschool metal seperti Sepultura, Slayer, Pantera dan Anthrax. Tetapi walau hanya sebuah band projek Deadsquad mendapatkan apresiasi yang baik oleh para pencinta musik bawah tanah Indonesia.



13. Sore


Sore band
Sore merupakan salah satu band Indie asal kota Jakarta yang beranggotakan Reza Dwi Putranto (gitar, vokal), Ade Firza Paloh (gitar, vokal), Awan Garnida (bass, vokal), Ramondo Gascaro (piano, keyboard, gitar, vokal), Bemby Gusti Pramudya (drum, perkusi, vokal) . Uniknya band ini membuat setiap personil untuk mengambil bagian sebagai vokalis.

14. White Shoes And The Couples Company


WHITE SHOES AND THE COUPLES COMPANY band
COMPANY terbentuk di Jakarta pada tahun 2002. Mengusung genre pop/funk/jazz, band ini dapat dikatakan sebagai salah satu band yang konsisten dengan gaya retro tahun 70’an. Penampilan sang vokalis Aprilia Apsari yang mahir menunjukan kemampuannya berdansa ala retro 70’an juga menjadikan salah satu daya tarik tersendiri yang sering di tunggu aksi penampilannya oleh para pecinta Indie band Indonesia.

19. Endah n Rhesa


Endah n Rhesa
Endah n Rhesa adalah salah satu duo musisi Indie terbaik Indonesia, yang beranggotakan Endah Widiastuti (vokal dan gitar) dan Rhesa Aditya (bass). Dalam karirnya mereka sudah banyak mendapatkan berbagai penghargaan seperti Rolling Stone Editors’ Choice Awards “Rookie of the Year”, Anugerah Musik Indonesia kategori Produksi Album Alternatif Terbaik “Nowhere To Go”. Pada tanggal 5 Desember mereka memulai kehidupan barunya sebagai pasangan suami Istri dan semakin kompak meramaikan musik Indie di tanah air.

Jadi, apa yang kamu ragukan berkiprah di musik indie? Let's reach our dreams guysss!!

Senin, 16 November 2015

Indiepreneur Music Community

Indiepreneur Music Community adalah komunitas musisi indie yang dirintis di Tangerang oleh mahasiswa-mahasiswa LP3I kampus Sudirman Tangerang. Mengapa Indiepreneur Music?
Indie dalam kamus bahasa Indonesia berarti mandiri. Sedangkan preneur adalah bisnis/usaha. Lalu apa hubungannya dengan musik? Berarti arti dari Indiepreneur Music adalah pengusaha musik mandiri. Dalam hal ini, IMC berusaha untuk menelurkan kaya-karya musik indie dari musisi-musisi muda berbakat di Tangerang. Selain itu, di dalam IMC akan sama-sama saling belajar untuk me-manager-i artis (band/solois). Dan, kita juga menyediakan fasilitas komposser, song writer, recording dan tentunya untuk mendongkrak kreatifitas member kami juga punya Event Organizer. Pokoknya, kita di IMC akan bersama-sama belajar menjadi sukses di blantika musik Indonesia.
created by Hamit IMC

Nb: Gaes, yang mau daftar sekarang bisa online loh. Silahkan klik disini.